Headlines News :

Labels

Labels

Labels

Ads 468x60px

Featured Posts Coolbthemes

Sponsor

Tokoh Kita Hari Ini

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Ribuan Jamaah Ikut Shalad Tasbih

BANDA ACEH - Ribuan
jamaah mengikuti shalat sunnat taubat
dan tasbih menyambut bulan Ramadhan
yang diselenggarakan Satuan Tugas
Percepatan Pembangunan Aceh (Satgas
PPA) di Masjid Raya Baiturrahman, Banda
Aceh, Sabtu (22/6/2013). Acara itu juga
diisi dengan shalawat dan zikir bersama.
Ketua panitia M Balia, memohon maaf
kepada para jamaah karena terjadi
perubahan lokasi yang sebelumnya
direncanakan di Lapangan Blang Padang.
Selain itu, acara yang dijadwalkan akan
diisi ceramah Tgk Abdul Aziz itu juga
batal.
"Kita pindah lokasi karena melihat kondisi
cuaca yang tidak kondusif. Jadi jadwal
yang telah kita susun bergeser sehingga
ceramah dari Tgk Abdul Aziz terpaksa
dibatalkan," katanya kepada
Serambinews.com, Minggu (23/6/2013).
Namun demikian, kata dia, para jamaah
yang hadir pada acara itu mencapai ribuan.
Itu terlihat dari jumlah jamaah yang
melakukan shalat sampai ke halaman
masjid. Selain itu, terlihat padatnya
kendaraan bermotor yang diparkir diseputar
kawasan Masjid Raya Baiturraman, Banda
Aceh.
"Meski kita menerima keluhan dari para
jamaah karena tidak adanya ceramah,
namun acara ini terbilang sukses. Ini
terlihat dari jumlah jamaah yang melebihi
target kita. Kita ucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah mendukung
acara ini, dan kita juga rencananya akan
menjadikan ini sebagai agenda rutin setiap
tahunnya,"

Supermoon Terlihat Jelas Di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE -
Fenomena alam, supermoon ( posisi bulan
saat  dekat dengan bumi) terlihat jelas di
langit Kota Lhokseumawe, Minggu
(23/6/2013) malam. Namun, beberapa kali
bulan tertutup awan hitam, menyusul
cuaca di Kota Lhokseumawe terus
mendung.
Pantauan SalamAceh.blogspot sejak
menjelang magrib, kondisi cuaca kota
Lhokseumawe sudah diselimuti awan hitam
tebal. Namun begitu, usai Magrib atau
mulai pukul 19.30 Wib, supermoon mulai
terlihat, lalu hilang lagi ditutup awan
hitam.
Kondisi serupa terus berlangsung sampai
pukul 20.00 Wib, meskipun bulan terus
naik ke atas. Sedangkan saat  awan hitam
menjauh, cahana kekuning-kuningan yang
merupakan sinar supermoon sangat jelas
terlihat

Wajah Buruk Demokrasi.BBM Tetap Naik Tanpa Peduli Rakyatnya


 2013 menang mutlak 338 suara. Sementara
yang kontra 181 suara. Ini berarti pemerintah
tidak lagi memiliki halangan untuk
menaikkan harga BBM.
Mengerikan, bagaimana mungkin kebijakan
yang akan sangat mempengaruhi nasib rakyat,
ditentukan dengan voting. Itupun dalam
suasana yang penuh canda, lelucon, dan
celetukan-celetukan yang tidak lucu dari
wakil rakyat yang lembaganya kerap
mendapat gelar lembaga korup itu.
Padahal apapun argumentasi mereka yang
menaikkan BBM, kebijakan ini pasti akan
menambah penderitaan rakyat. Selama ini
tidak pernah terbukti,kenaikan BBM,
membuat rakyat lebih sejahtera, pelayanan
pendidikan dan kesehatan masyarakat semakin
baik. Tidak pernah terbukti. Yang terjadi
adalah sebaliknya.
Ketika voting yang menentukan, kita juga
mempertanyakan, apa relevansinya
argumentasi pro dan kontra yang diajukan
oleh masing-masing pihak? Benarlah apa yang
pernah dikatakan oleh Muhammad Iqbal,
pemikir Pakistan, saat mengkritik demokrasi.
“Demokrasi hanya menghitung jumlah kepala,
tapi tidak memperhitungkan isi kepala
(pemikiran)!”
Klaim bahwa demokrasi akan menjadikan
suara rakyat sebagai penglima juga tidak
terbukti. Rakyat banyak sesungguhnya tidak
pernah dilibatkan apalagi menjadi penentu
dalam pengambilan keputusan ini. Yang
mentukan adalah anggota DPR yang
dikontrol oleh pemilik modal, yang mengklaim
wakil rakyat, bertindak atas nama rakyat,
namun bukan untuk kepentingan rakyat.
Yang diuntungkan dalam kebijakan ini jelas-
jelas adalah para pemilik modal yang bermain
dalam bisnis minyak ini baik di hulu maupun di
hilir.
Rakyat nyaris tidak pernah ditanya, apakah
mereka setuju atau tidak. Suara-suara
rakyat justru diabaikan atau dibungkam.
Yang ada adalah kampanye sepihak penguasa
yang terus menyebarkan kebohongan tentang
pentingnya kenaikan BBM ini. Hasil survey
Lembaga Survei Nasional (LSN), dimana
sebanyak 86,1% responden menolak rencana
pemerintah menaikkan harga BBM, 12,4%
setuju dan 1,5% responden menyatakan tidak
tahu, tentu tidak diperhitungkan sama
sekali.
Seperti yang ditulis peraih hadiah nobel
ekonomi, Josep Stiglitz ketika mengkritik
kondisi politik ekonomi Amerika, yang terjadi
bukanlah dari rakyat, oleh rakyat , dan
untuk rakyat. Namun Of the 1 %, by the 1%,
for 1 % . Menurut Stigliz apa yang terjadi
dalam proses politik demokrasi Amerika
sepenuhnya dikendalikan oleh sekelompok
kecil orang , yakni 1 % dari orang-orang
superkaya, yang menggunakan pengaruh
politik mereka untuk memastikan bahwa
ekonomi Amerika diatur sedemikian rupa
sehingga mereka (para pemilik modal yang 1 %
itu) merupakan penerima manfaat yang
utama.
Hal yang lebih kurang sama terjadi di
Indonesia. Kebijakan ini tidak lain untuk
melayani kepentingan segelintir pemilik modal
terutama asing dengan komprador lokalnya.
Kenaikan harga BBM ini tidak lain merupakan
kepatuhan total terhadap merupakan
amanat Letter of Intens (LoI) International
Monetary Fund (IMF). IMF mewajibkan
Indonesia menghapuskan subsidi BBM. Walhasil
pangkal masalahnya adalah kebijakan
liberalisasi migas yang dilegalkan oleh UU
pro liberal yang merupakan produk demokrasi.
Menaikkan BBM meskipun menyengsarakan
rakyat, merupakan kepatuhan rezim SBY
sebagai anggota G20. Dalam forum G-20 di
Pittsburgh (2009) dan Gyeongju (2010),
proposal penghapusan subdisi BBM makin
gencar disuarakan. Di Pittsburgh, G20
memaksa negara anggotanya, termasuk
Indonesia, segera menghapus subsidi BBM
secara bertahap. Di Gyeongju, Korea
Selatan, Pemerintah Indonesia menjanjikan
akan melaksanakan penghapusan subdisi
energi, khususnya BBM dan TDL, dimulai pada
tahun 2011.
Dalam sistem demokrasi, rakyat justru
selalu dikorbankan lewat kebijakan yang
mengatasnamakan rakyat. Memang setiap
kebijakan politik pastilah beresiko, yang kita
pertanyakan kenapa rezim demokratis ini
selalu memilih resiko yang membuat rakyat
menderita. Kalaupun kekurangan dana,
kenapa pemerintah tidak mengambil alih
pengelolaan tambang-tambang emas, minyak,
batu-bara, yang sebagian besar dikuasai oleh
asing?
Kenapa SBY tidak melakukan penghematan
anggaran mulai dari diri dan birokratnya
terlebih dahulu. Pemborosan anggaran
justru banyak dilakukan oleh pejabat
negara : gaji Presiden SBY mencapai US$
124.171 atau sekitar Rp 1,1 miliar per tahun
(tertinggi ketiga di dunia); anggaran
perjalanan dinas para pejabat negara Rp 21
trilun.
Menurut FITRA, Presiden SBY menghabiskan Rp
839 juta hanya untuk urusan bajunya.
Sementara anggaran furniture Istana
Negara mencapai Rp 42 miliar setiap
tahunnya. Untuk penyusunan pidatonya
saja, Presiden SBY pun harus menggerus dana
APBN sebesar Rp1,9 milyar. Sedangkan untuk
kebutuhan pengamanan pribadi, presiden SBY
juga menggelontorkan uang APBN sebesar
Rp52 milyar. Ini menunjukkan tidak ada
memori kepentingan rakyat dalam benak rezim
SBY !
Dengan mengembalikan kepemilikan tambang-
tambang ini kepada rakyat, dan
menggunakan keuntungannya sepenuhnya
untuk rakyat, pemerintah akan bisa
mengatasi banyak persoalan kekurangan dana
di Indonesia. Kenapa pemerintah justru lebih
takut kepada IMF dan Bank Dunia, dibanding
kepada rakyat ?
Bukti bahwa rezim SBY lebih melayani
negara-negara Barat imperialis, bisa dilihat
ketika rezim ini menyetorkan dana 38,1
trilyun kepada IMF untuk menyelamatkan
kebangkrutan negara-negara Barat.
Ironisnya, untuk obat atas kenaikan BBM
pemerintah hanya memberikan kompensasi
sebesar 9,3 trilyun untuk rakyat.
Bukti lain rezim SBY melayani segelintir elit
pemilik modal, Pemerintah menyiapkan dana
sebesar Rp 155 miliar untuk penanggulangan
bencana Lumpur Lapindo, di Jawa Timur. Hal
itu terungkap dalam Pasal 9 Rancangan
Undang-Undang (RUU) Tahun 2013 tentang
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Tahun Anggaran 2013. Padahal bencana
Lapindo ulah pengusaha yang rakus yang
masih kaya raya hingga kini. Bisa jadi ini
merupakan kompensasi dari dukungan partai
tertentu terhadap kenaikan BBM.
Kita kembali teringat apa yang disebutkan
oleh Syekh Taqiyuddin an Nabhani dalam
kitab Nida’ul Har (Seruan Hangat),
tentang penyebab terjadinya tragedi di dunia
Islam. Pendiri Hizbut Tahrir ini menegaskan:
“Sesungguhnya umat Islam telah mengalami
tragedi karena dua musibah. Pertama,
penguasa mereka menjadi antek-antek kafir
penjajah. Kedua, di tengah mereka diterapkan
hukum yang tidak diturunkan oleh Allah,
yaitu diterapkan sistem kufur.”
Hal ini tampak jelas di Indonesia. Munculnya
kebijakan yang merugikan rakyat seperti ini
tidak lain disebabkan karena keberadaan
rezim penguasa, yang menjadi boneka negara-
negara imperialis. Membebek dan tunduk
terhadap tekanan penguasa kafir penjajah
melalui organ-organ penjajahan mereka
seperti IMF dan Bank Dunia. Rezim penguasa
dengan dukungan menteri-menteri pro liberal,
anggota parlemen yang korup, lebih memilih
melayani kepentingan asing dari pada rakyat
mereka sendiri.
Namun semua ini bisa berlangsung karena ada
sistem politik dan ekonomi yang
melegalkannya. Yaitu sistem demokrasi dan
ekonomi kapatalis yang diterapkan di
Indonesia.
Karena itu perubahan nyata akan terjadi,
berbagai derita rakyat akan bisa dihilangkan,
kalau dua penyebab ini dihentikan. Pertama
dengan mengganti sistem kufur demokrasi
dengan sistem negara Khilafah yang
menerapkan syariah Islam secara totalitas.
Dan yang kedua adalah mengganti penguasa-
penguasa boneka di negeri Islam dengan
penguasa (Khalifah) yang amanah dan
melayani kepentingan rakyat. Inilah yang
harus menjadi agenda bersama perjuangan
umat.
Terakhir, kita mengingatkan kepada rezim
SBY, doa Rosulullah bagi penguasa yang
mendzolimi rakyatnya sendiri. Ya Allah,
barangsiapa memiliki hak mengatur suatu
urusan umatku, lalu ia memberatkan/
menyusahkan mereka, maka beratkan/
susahkan dia; dan barang siapa memiliki hak
mengatur suatu urusan umatku, lalu ia
memperlakukan mereka dengan baik, maka
perlakukanlah dia dengan baik. (HR Ahmad
dan Muslim)

Parade MTQ Macetkan Subulussalam

Aceh Lon Sayang.blogspot.SUBULUSSALAM -
Parade kafilah musabaqah tilawatil quran
(MTQ) ke-XXXI tingkat Provinsi Aceh,
Minggu (23/6/2013) memacetkan jalanan
utama Kota Subulussalam yang menjadi
lokasi perlintasan. Kemacetan tak
terelakan kendati petugas Kepolisian
bersama Dinas Perhubungan telah berupaya
mengalihkan jalur kendaraan ke jalan
alternatif.
Tingginya animo masyarakat untuk
menyaksikan parade yang dimulai dan
diakhiri pasukan dram band menjadi alasan
utama kemacetan itu. Parade sendiri
dimulai dari Pendapa Walikota
Subulussalam, di Jalan Perdagangan.
Setelah berjalan kaki sejauh 2 KM, tiba di
bundaran Simpang Runding, peserta berbalik
arah lulu berkumpul di Lapangan Beringin.
Di lapangan Beringin satu persatu kafilah
diperkenalkan melalui pengeras suara.
Mulai dari daerah asal, jumlah peserta,
penghasilan utama daerah, pimpinan
kontingen, cabang andalan dan target
juara. Kafilah tuan rumah Subulussalam
didaulat menjadi peserta pertama parade
disusul Aceh Singkil dan ditutup kafilah
Kota Sabang.
MTQ ke-XXXI Provinsi Aceh, yang digelar di
Kota Subulussalam rencananya malam ini
akan dibuka Wakil Gubernur Aceh Muzakir
Manaf.

MTQ Ke-31 Aceh Siap Digelar

SUBULUSSALAM – Kota Subulussalam selaku tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-31 Tingkat Provinsi Aceh 2013 siap menggelar even dua tahunan itu pada 23-30 Juni mendatang. “Segala persiapan sudah final seratus persen. Insya Allah, pembukaan dapat dilaksanakan sesuai jadwal,” jelas Ketua I Panitia MTQ Ke-31 Aceh, Drs Salmaza kepada Serambi, Jumat (21/6). Menurutnya, MTQ kali ini rencananya akan dibuka Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
Dikatakan, berbagai persiapan fisik seperti tempat pembukaan, tempat perlombaan (musabaqah) hingga pemondokan dan lokasi stan pameran serta sejumlah persiapan lain sudah rampung semuanya. Pun demikian, Salmaza tetap meminta dukungan semua pihak terutama masyarakat Kota Subulussalam agar kegiatan itu berjalan sukses dan berkualitas dari awal hingga akhir.
Menurutnya, pembukaan MTQ yang dipusatkan di Dusun Lae Terutung, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri juga akan dihadiri sejumlah duta besar negara timur tengah serta akan menampilkan tarian massal. “Tarian itu melibatkan 230 penari dari kalangan siswa SMA/SMK se-Kota Subulussalam. Tarian itu merupakan kolaborasi nasional dan daerah,” kata Salmaza.
Sebelumnya, Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti dalam berbagai kesempatan masyarakat turut mensukseskan MTQ Ke-31 Aceh. Wali Kota juga mengimbau seluruh masyarakat Subulussalam memberikan kesan terbaik, sehingga peserta dan tamu undangan selama MTQ saat meninggalkan daerah tersebut akan mengenang hal-hal baik yang mereka dapatkan di Subulussalam.
Ketua bidang Humas MTQ Ke-31 Aceh, Mashuri SKM, mengatakan, Pemko Subulussalam akan berusaha untuk menjadi tuan rumah terbaik dalam penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi Aceh. “Subulussalam selaku tuan rumah sudah mempersiapkan semuanya, baik akomodasi maupun teknisnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi seluruh masyarakat Subulussalam khususnya Malinau yang telah mendukung terselenggaranya MTQ Provinsi Aceh di kota itu. “Doa dan dukungan  masyarakat Subulussalam dan pihak lainnya masih sangat kami harapkan hingga acara ini berakhir dengan sukses dan Subulussalam bisa menjadi tuan rumah terbaik dalam pelaksanaan MTQ tingkat provinsi Aceh,” tandas Mashuri.
Secara terpisah, Wakil ketua Kafilah Kota Subulussalam, Hermaini, kemarin, mengatakan, pihaknya menargetkan tuan rumah bisa masuk dalam lima besar pada MTQ itu. “Jadi juara umum memang harapan kita dan semua kafilah yang ikut MTQ. Tapi, itu bukan keharusan.
Karena itu, jika tidak mampu, jangan dipaksakan. Siapapun yang menjadi juara umum haruslah diraih dengan cara-cara yang fair dan tak menghalalkan segala cara demi meraih juara umum. Bagi kami, bisa masuk lima besar sudah cukup,” katanya seraya menyebutkan kafilahnya mendaftarkan 40 peserta pada MTQ tersebut

Sabang Masuk Destinasi Alam Unggulan Indonesia

BANDA ACEH - Dirjen Pengembangan Destinasi pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, telah menetapkan Kota Sabang bersama 44 objek/kawasan wisata lainnya di negeri ini sebagai Destinasi Alam Unggulan Indonesia. “Alhamdulillah, Sabang termasuk salah satu dari 45 destinasi alam unggulan di Republik ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Drs Adami Umar MPd kepada Serambi di Banda Aceh, Jumat (21/6).
Seiring telah ditetapkannya Sabang bersama 44 destinasi alam unggulan lainnnya mewakili 34 provinsi di Indonesia, makan Dirjen Pengembangan Destinasi akan mengumumkan nama-nama objek/kawasan unggulan tersebut pada 5 Juli 2013, di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf RI di Jakarta.
Menurut Adami Umar, ke-45 Destinasi Alam Unggulan dari 34 provinsi se-Indonesia itu ditetapkan juga sebagai produk New9Wonderful. Sebagai sebuah produk unggulan, mereka berhak untuk diikutsertakan ke dalam even New9Wonderful Parks.
Untuk itu, pada 27-29 September 2013, Dirjen Pengembangan Destinasi akan memfasilitasi para calon peserta, termasuk delegasi Sabang, untuk memperkenalkan diri pada ajang New9Wonderful Expo di Singapura. Kemudian, pada awal tahun 2014, masing-masing produk mendeklarasikan wilayahnya sebagai peserta even New9Wonderful Parks.
Selanjutnya, pada 27 September 2014 di Singapura, akan dideklarasikan New9Wonderful Parks sebagai sebuah “Kawasan Taman Wisata Dunia”. Agendanya ada tiga, yaitu meresmikan System New9Wonderful Parks berbasis jejaring sosial di www.new9wonderful.com, menjadikan Singapura sebagai pintu gerbang pertama masuk ke Kawasan New9Wonderful Parks (Indonesia), termasuk Sabang, dan terakhir meluncurkan New9Wonderful Card

68 Kafilah Bireuen Tiba di Subulussalam

Sebanyak 68 kafilah Bireuen yang akan mengikuti MTQ ke-31 Aceh, Jumat (21/6/2013) sekira pukul 21.00 WIB tiba di Subulussalam. Para duta Kota Juang itu berangkat dari Bireuen usai dilepas Sekdakab Zulkifli di halaman tengah Pendopo Bupati Bireuen, Kamis (20/6/2013) malam. Ketua rombongan kafilah Bireuen, Drs Jamaluddin SE MM, yang juga Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, kep
ada Serambinews.com melalui telepon selularnya, Jumat (21/6/2013) sekira pukul 23.00 WIB mengatakan, kafilah atau peserta yang berangkat ke Subulussalam mencapai 68 orang, termasuk pelatih, official dan pendamping. Mereka berangkat lewat jalan darat melalui lintas timur Medan Sumatera Utara dengan menggunakan dua unit bus sekolah dan beberapa mobil pribadi yang didampingi tim medis. "Alhamdulillah kami sudah tiba di Kota Subulussalam dan akan berada di kota itu selama 11 hari," katanya. Sementara Bupati Bireuen yang diwakili Sekda, Ir Zulkifli SP saat acara pelepasan Kamis (20/6/2013) malam mengatakan, dukungan dan doa dari masyarakat Bireuen sangat diharapkan. Karena target bisa masuk 5 besar, dan kafilah yang mampu meraih juara MTQ dijanjikan dapat menunaikan umrah gratis ke Tanah Suci Mekkah. " Para kafilah harus mampu bersaing dan dapat menjadi duta yang terbaik, serta menjaga marwah dan nama baik Bireuen, MTQ bukan hanya untuk meraih juara semata, tapi juga harus mampu mengamalkan Alqur'an sebagai pedoman hidup umat Islam," pesan Sekda

BNN Sumut Amankan 29 Kilogram Ganja Asal Aceh

MEDAN - BADAN Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara mengamankan sedikitnya 29 bal daun ganja kering siap edar atau seberat 29 kilogram.
Hasil penyidikan BNN Sumut, ganja kering itu diduga berasal dari Aceh yang akan diedarkan di sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Kepala BNN Sumut, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Rudi Tranggono, Jumat (21/6) malam mengatakan, pengungkapan itu berhasil dilakukan saat BNN Sumut menggelar razia di jalan lintas Aceh-Sumut, persisnya di Desa Tangkahan Durian, Kabupaten Langkat. Sebuah mobil yang tengah melintas dihentikan dan ditemukan daun ganja yang dibungkus rapi, dengan berat masing-masing 1 kilogram per balnya. Daun ganja itu sebahagian disembunyikan di dalam dashboard mobil, sebagian lagi disembunyikan di dalam ban serap mobil. Dalam pengungkapan kasus tersebut, BNN Sumut juga mengamankan dua tersangka Iskandar dan Fitriadi penduduk Bireun. Keduanya langsung diamankan di Polresta Langkat, lalu dibawa ke kantor BNN Sumut di Jalan Halat Medan, guna penyidikan dan pengembangan kasus. BNN sebelumnya sudah mendapat informasi, adanya upaya penyeludupan daun ganja asal Aceh ini. Setelah menerima informasi, BNN kerjasama dengan Polres Langkat melakukan razia semua kenderaan yang melintas di jalan raya Medan-Aceh itu. Untuk penyidikan lebih lanjut, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan cukup ketat di Kantor BNN Sumut, di Jalan Halat Medan.
 

Alam dan Jagad Raya

Berita Luar Negeri

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Aceh Lon Sayang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger